Pasca Bom Surabaya Facebook Hapus Ribuan Konten Radikal

Sukateknologi.com – Beberapa waktu lalu Teror bom di Surabaya membuat beranda Faceboook dihujani foto dan video terkait kejadian Bom ini. Bahkan tak sedikit konten-konten yang sejatinya tak layak dipertontonkan.

Terkait hal ini, Facebook Indonesia mengatakan telah menghapus ribuan konten soal aksi dan korban teror bom Surabaya. Menurut Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia, ribuan konten ini termasuk 472 konten yang dihapus berdasarkan permintaan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

“Angka 472 itu hanya dalam waktu dua hari pasca bom Surabaya. Tapi sebenarnya ada ribuan konten radikal yang sudah dihapus,” ungkap Ruben saat ditemui di kantor Facebook, Jumat 18/5/2018.

Namun ia enggan untuk menyebutkan berapa detailnya. Meski begitu, ia menuturkan bahwa penutupan tersebut bukan hanya bersumber dari laporan masyarakat dan pemerintah. Facebook juga menegaskan memiliki tim yang selalu melakukan pengecekan.

Pasca Bom Surabaya Facebook Hapus Ribuan Konten Radikal

Pasca Bom Surabaya Facebook Hapus Ribuan Konten Radikal

Selain itu, Facebook Indonesia pun menuturkan tidak serta-merta menghapus begitu saja konten terkait bom Surabaya yang telah tersebar di media sosial ini. Pasalnya ada beberapa konten yang malah sudah lebih dulu dipublikasikan oleh media mainstream. Misalnya video saat ledakan terjadi.

Kendati demikian, Facebook tetap menjaga konten tersebut agar tidak mengganggu pengguna. Oleh karena itulah Facebook menerapkan filter untuk menandakan bahwa konten tersebut dapat bersifat sensitif.

“Ada juga konten yang kami filter seperti video ledakan bom, karena video tersebut sudah umum juga di televisi. Konten ini tidak kami hapus, hanya ditutupi dengan filter saja,” ungkap Ruben.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tak takut menanggapi ancaman terorisme. Imbauan ini menyusul insiden ledakan bom beruntun yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Untuk itu, menteri yang kerap disapa Chief RA tersebut meminta masyarakat tak menyebarluaskan foto dan video korban ledakan bom. Menurut dia, konten-konten tak layak menyangkut insiden tersebut justru memicu ketakutan.

Chief RA juga mengajak masyarakat mengadukan konten-konten tak senonoh ke penyedia layanan internet semacam Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, dll. Tujuannya agar foto dan video tersebut tak viral di ranah maya.

Sekian informasi yang dapat Sukateknologi.com berikan. Terimakasih

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *